Quranic Archaeology 03: Ayat-Ayat Arkeologi dalam Al-Qur’an
Quranic Archaeology 03: Ayat-Ayat Arkeologi dalam Al-Qur’an
Republika.co.id, Senin 05 Maret 2018
Baca juga Quranic Archaeology 01-02 Link: https://sukapura.or.id/2026/06/05/quranic-archaeology-01-02/
Oleh Dr. Ali Akbar
ARKEOLOGI adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari kebudayaanmasyarakat masa lalu melalui peninggalannya. Masa lalu sangat panjang, sehingga dibuatlah periodisasi. Misalnya, (1) Periode Prasejarah ketika manusia belum mengenal aksara atau huruf dan (2) Periode Sejarah ketika manusia telah menghasilkan bukti tertulis.
Arkeologi berkembang di berbagai negara dan cukup banyak pula arkeolog profesional yang meneliti secara lintas batas negara. Entitas negara diciptakan belum lama ketimbang kurun waktu hidup manusia di dunia. Selain itu mobilitas manusia yang sejak dulu sudah cukup tinggi membuat persebaran peninggalannya dijumpai di berbagai belahan dunia.
Peninggalan atau objek yang menjadi data arkeologi mencakup benda yang dapat dipindahkan (artifact), bangunan yang melekat di tanah (feature), faktor lingkungan alam yang melingkupi dan berperan dalam kehidupan manusia (ecofact), lokasi bermukim (site), kawasan atau antar-situs yang dijelajahi dan menjadi bagian hidup manusia (region).
Arkeolog juga meneliti sumber tertulis seperti prasasti, naskah, surat, arsip, manuskrip. Di beberapa negara, arkeolog meneliti kitab suci, sehingga lahirlah kajian Biblical Archaeology. Kitab suci yang banyak dikaji umumnya Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama. Asosiasi peneliti Biblical Archaeology di Eropa terbentuk sejak tahun 1870 (Mitchell, 2016: 9).
Al-Qur’an belum banyak dikaji para arkeolog ketimbang Bibel. Padahal, Al-Qur’an banyak memuat berbagai aspek arkeologi misalnya yang saat ini oleh ilmuwan disebut metodologi. Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup dan matinya manusia juga menyebut beberapa ayat yang saat ini oleh ilmuwan disebut sebagai teori, metode, dan objek atau data.
Contoh dalam Al-Qur’an Surat (QS) Al-Hadid (57): 4, Allah subhanahu wa ta’ala (SWT) menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Pembentukan alam semesta melalui proses bertahap, evolutif, atau tidak langsung sekali jadi. Tim Tafsir Ilmi yang dibentuk Kementerian Agama RI bekerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia dalam buku Penciptaan Jagat Raya: dalam Perspektif Al-Qur’an dan Sains tahun 2010 telah menafsirkan QS An Naziat (79): 27-33. Proses secara bertahap dimulai dengan penciptaan alam semesta, pengembangan alam semesta, penciptaan matahari, penciptaan bumi, awal kehidupan di bumi yaitu air dan tumbuhan, dan diciptakannya hewan dan manusia.
Metode seperti survei, observasi, atau penelitian lapangan juga banyak disebut, misalnya manusia diminta untuk mengamati dan melihat langsung dengan cara berjalan di muka bumi untuk memperhatikan kesudahan orang-orang terdahulu, misalnya dalam QS Ali Imran (3): 137, Al-An’am (6): 11, An-Nahl (16): 36, An-Naml (27): 69, Al-Ankabut (29): 20. Allah SWT juga meminta manusia memperhatikan bekas-bekas peninggalan orang terdahulu misalnya dalam QS Ghafir (40): 21 dan 82.
Beberapa peninggalan telah diketahui dan yang lainnya menunggu untuk ditemukan para arkeolog. Contohnya, Maqam Ibrahim disebut dalam QS Ali Imran (3): 97. Ka’bah disebut dalam QS Al-Ma’idah (5): 97. Kota kaum Nabi Luth AS dalam QS Al-Hijr (15): 76 disebutkan terletak di jalan yang masih tetap dilalui manusia. Bahtera Nabi Nuh AS dalam QS Hud (11): 44 dinyatakan berlabuh di atas bukit Judi.
Salah satu bentuk periodisasi dalam Al-Quran adalah: (1) pembentukan alam semesta termasuk bumi, (2) saat manusia dihadirkan di bumi sampai masa kini (3) kiamat dunia dan alam semesta hancur lebur serta kehidupan kekal di akhirat.
Periode (1) dapat diteliti, meskipun pada saat pembentukan bumi, manusia belum tercipta. Arkeolog dapat menemukan bukti peninggalan manusia yang terkubur di dalam tanah. Namun, ekskavasi semakin dalam dapat dipastikan tidak menemukan lagi peninggalan manusia (virgin soil). Fakta ini menunjukkan bahwa usia bumi lebih tua ketimbang usia peradaban manusia. Ternyata periode (1) dan (2) dapat diterima akal dan terdapat fakta-fakta ilmiah yang dapat ditangkap pancaindera.
Al-Qur’an terdiri atas ayat-ayat yang saling berkaitan dan merupakan satu kesatuan. Dengan demikian, Periode (3) cepat atau lambat akan terjadi. Pada saat itulah, giliran umat manusia yang diteliti kiprahnya selama berada di dunia.
(Akbar, 2020: 1-9).
Adapun urutan ayat-ayat Al-Qur’an dan terjemah yang disebutkan di atas, adalah sebagai berikut:
Al-Qur’an Surat (QS) Al-Hadid (57): 4. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
هُوَ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ فِيْ سِتَّةِ اَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوٰى عَلَى الْعَرْشِۗ يَعْلَمُ مَا يَلِجُ فِى الْاَرْضِ وَمَا يَخْرُجُ مِنْهَا وَمَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاۤءِ وَمَا يَعْرُجُ فِيْهَاۗ وَهُوَ مَعَكُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌۗ
Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Kemudian, Dia bersemayam di atas ʻArasy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar darinya serta apa yang turun dari langit dan apa yang naik ke sana.710) Dia bersamamu di mana saja kamu berada. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Quran Kemenag, 2022, Al-Ḥadīd [57]: 4).
QS An Naziat (79): 27-33. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
ءَاَنْتُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمِ السَّمَاۤءُ ۚ بَنٰىهَاۗ
Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya?. An-Nāzi‘āt [79]:27.
رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوّٰىهَاۙ
Dia telah meninggikan bangunannya, lalu menyempurnakannya. An-Nāzi‘āt [79]:28.
وَاَغْطَشَ لَيْلَهَا وَاَخْرَجَ ضُحٰىهَاۖ
Dia menjadikan malamnya (gelap gulita) dan menjadikan siangnya (terang benderang). An-Nāzi‘āt [79]:29.
وَالْاَرْضَ بَعْدَ ذٰلِكَ دَحٰىهَاۗ
Setelah itu, bumi Dia hamparkan (untuk dihuni). An-Nāzi‘āt [79]:30.
اَخْرَجَ مِنْهَا مَاۤءَهَا وَمَرْعٰىهَاۖ
Darinya (bumi) Dia mengeluarkan air dan (menyediakan) tempat penggembalaan. An-Nāzi‘āt [79]:31.
وَالْجِبَالَ اَرْسٰىهَاۙ
Gunung-gunung Dia pancangkan dengan kukuh. An-Nāzi‘āt [79]:32.
مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ
(Semua itu disediakan) untuk kesenanganmu dan hewan ternakmu. An-Nāzi‘āt [79]:33. (Quran Kemenag, 2022, An Naziat [79]: 27-33).
QS Ali Imran (3): 137. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِكُمْ سُنَنٌۙ فَسِيْرُوْا فِى الْاَرْضِ فَانْظُرُوْا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِيْنَ
Sungguh, telah berlalu sebelum kamu sunah-sunah (Allah).120) Oleh karena itu, berjalanlah di (segenap penjuru) bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan para pendusta (rasul-rasul). Āli ‘Imrān [3]:137. 120). Yang dimaksud dengan sunah Allah di sini adalah kehendak dan hukum Allah yang berlaku dalam kehidupan manusia. (Quran Kemenag, 2022, Ali Imran [3]: 137).
QS Al-Ma’idah (5): 97. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
۞ جَعَلَ اللّٰهُ الْكَعْبَةَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ قِيٰمًا لِّلنَّاسِ وَالشَّهْرَ الْحَرَامَ وَالْهَدْيَ وَالْقَلَاۤىِٕدَ ۗذٰلِكَ لِتَعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۙ وَاَنَّ اللّٰهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
Allah telah menjadikan Ka‘bah, rumah suci itu sebagai pusat kegiatan (peribadatan dan urusan dunia)229) bagi manusia, dan (demikian pula) bulan haram, hadyu (hewan kurban) dan qalā’id (hewan kurban yang diberi kalung). Yang demikian itu agar kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa pun yang ada di langit dan apa pun yang ada di bumi dan bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. 229) Ka‘bah dan sekitarnya menjadi tempat yang aman bagi manusia untuk mengerjakan urusan-urusan yang berhubungan dengan dunia dan akhirat serta menjadi pusat ibadah haji. (Quran Kemenag, 2022, Al-Mā’idah [5]:97).
QS Al-Hijr (15): 76. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَاِنَّهَا لَبِسَبِيْلٍ مُّقِيْمٍ
Sesungguhnya (negeri) itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap (dilalui manusia).402) Negeri yang dimaksud adalah kota Sodom. Orang Quraisy biasa melaluinya dalam perjalanan mereka ke Syam. (Quran Kemenag, 2022, Al-Ḥijr [15]:76).
QS Hud (11): 44. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَقِيْلَ يٰٓاَرْضُ ابْلَعِيْ مَاۤءَكِ وَيٰسَمَاۤءُ اَقْلِعِيْ وَغِيْضَ الْمَاۤءُ وَقُضِيَ الْاَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُوْدِيِّ وَقِيْلَ بُعْدًا لِّلْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ
Difirmankan (oleh Allah), “Wahai bumi, telanlah airmu dan wahai langit, berhentilah (mencurahkan hujan).” Air pun disurutkan dan urusan (pembinasaan para pendurhaka) pun diselesaikan dan (kapal itu pun) berlabuh di atas gunung Judiy,356) dan dikatakan, “Kebinasaanlah bagi kaum yang zalim.”. 356) Gunung Judiy terletak di Armenia sebelah selatan dan berbatasan dengan Mesopotamia. (Quran Kemenag, 2022, Hūd [11]:44).

Keterangan Foto Manuskrip Quran, Title: Folio from the “Tashkent Qur’an”. Date: late 8th–early 9th century. Medium: Ink on parchment. Dimensions: H. 21 5/8 in. 55 cm). W. 27 9/16 in. (70 cm). Credit Line: Purchase, Lila Acheson Wallace Gift, 2004. Object: No.2004.87. (Cohen at al, 2014).
Refetensi:
- Akbar, Ali. (2020). Arkeologi Al-Qur’an (Penggalian Pengetahuan Keagamaan). Cetakan 1, Jakarta, Lembaga Kajian dan Peminatan Sejarah 2020. ISBN: 978-623-92986-0-9.
- Cohen, Julia., & Ekhtiar, Maryam. (2014,1 May). Early Qur’ans (8th–Early 13th Century). Retrieved June 06, 2026, from: https://www.metmuseum.org/essays/early-qurans-8thearly-13th-centuries
- Mitchell, T.C. (2016). The Bible in the British Museum: Interpreting the Evidence. London: The British Museum.
Al-Qur’an dan Terjemah Kementrian Agama RI (2022):
- Quran Kemenag, (2022). Al-Quran dan Tejemah Surah Al-Hadid (57): 4. Retrieved June 06, 2026, from: https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/57?from=4&to=4
- Quran Kemenag, (2022). Al-Quran dan Tejemah Surah An Naziat (79): 27-33. Retrieved June 06, 2026, from: https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/79?from=27&to=33
- Quran Kemenag, (2022). Al-Quran dan Tejemah Surah Ali Imran (3): 137. Retrieved June 06, 2026, from: https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/3?from=137&to=137
- Quran Kemenag, (2022). Al-Quran dan Tejemah Surah Al-An’am (6): 11. Retrieved June 06, 2026, from: https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/6?from=11&to=11
- Quran Kemenag, (2022). Al-Quran dan Tejemah Surah An-Nahl (16): 36. Retrieved June 06, 2026, from: https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/16?from=36&to=36
- Quran Kemenag, (2022). Al-Quran dan Tejemah Surah An-Naml (27): 69. Retrieved June 06, 2026, from: https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/27?from=69&to=69
- Quran Kemenag, (2022). Al-Quran dan Tejemah Surah Al-Ankabut (29): 20. Retrieved June 06, 2026, from: https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/29?from=20&to=20
- Quran Kemenag, (2022). Al-Quran dan Tejemah Surah Ghafir (40): 21. Retrieved June 06, 2026, from: https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/40?from=21&to=21 dan
- Quran Kemenag, (2022). Al-Quran dan Tejemah Surah Ghafir (40): 82. Retrieved June 06, 2026, from: https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/40?from=82&to=82
- Quran Kemenag, (2022). Al-Quran dan Tejemah Surah Ali Imran (3): 97. Retrieved June 06, 2026, from: https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/3?from=97&to=97
- Quran Kemenag, (2022). Al-Quran dan Tejemah Surah Al-Ma’idah (5): 97. Retrieved June 06, 2026, from: https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/5?from=97&to=97
- Quran Kemenag, (2022). Al-Quran dan Tejemah Surah Al-Hijr (15): 76. Retrieved June 06, 2026, from: https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/15?from=76&to=76
- Quran Kemenag, (2022). Al-Quran dan Tejemah Surah Hud (11): 44. Retrieved June 06, 2026, from: https://quran.kemenag.go.id/quran/per-ayat/surah/11?from=44&to=44



