Tugu Koperasi secara administratif terletak di Jalan Dr. Moch Hatta, RT. 003 RW 001, Kalangsari, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Tugu Koperasi ditempatkan /atau dibangun paling ujung sebelah Utara di area Tanah Pusat Koperasi Kabupaten Tasikmalaya pada koordinat 7°19'09"S 108°13'21"E.
Selain Tugu Koperasi yang dibangun di area tanah seluas + 8.730 M2 terdapat Bangunan-bangunan utama seperti Gedung Pabrik Tenun “Perintis”, Gedung Penggilingan Beras “Perintis” /atau Gedung Penggilingan padi dan Kantor Pusat Koperasi Kabupaten Tasikmalaya (PKKT) tampak terlihat seperti dalam lampiran Gambar-1 (TACB Kota Tasikmalaya, 2025). Gedung Pabrik Tenun “Perintis” mulai dibangun sejak awal tahun 1947. Di gedung tersebut terdapat mesin tenun dengan hasil perhitungan +/- 1.000 meter kain per hari. Disamping gedung tersebut dibangun juga sebuah penggilingan beras “Perintis”, Pembangunan kedua gedung tersebut tidak terlepas dari hasil perjuangan masyarakat Tasikmalaya dengan melakukan pengumpulan modal guna membuka jalan dalam mengadakan penyusunan usaha berskala nasional. (Soeara Merdeka, 4 Januari 1947, hal.3).

Dengan daya dukung masyarakat Tasikmalaya pada waktu itu yang telah menyusun usaha kerakyatan beskala Nasional serta daya dukung dari keamanan, dimana keberadaan Divisi Siliwangi sejak tanggal 20 Mei 1946 bermarkas di Tasikmalaya (https://siliwangi.tni-ad.mil.id/page/detail/sejarah, di akses tanggal 10 juni 2025) menjadi faktor penting terselenggaranya Kongres Koperasi Indonesia pertama di Tasikmalaya pada tanggal 11-14 Juli 1947 (Kamaralsyah, dkk 1987: 6). Kongres Koperasi dimuat dalam surat kabar Soeara Merdeka, 12 Juli 1947 dalam artikel yang berjudul Koperasi Bukan Penahan Kapitalisme tapi hasil kecerdasan peradaban, menerangkan bahwa Kongres dikunjungi oleh 116 orang utusan dan peninjau Koperasi Rakyat seluruh Jawa dan Madura, kecuali Banten yang telaksana di Gedung Pusat Koperasi Tasikmalaya. Lebih tepatnya lagi, Kongres berlangsung di Gedung Pabrik Tenun Perintis milik Pusat Koperasi Kabupaten Tasikmalaya, yang terletak di Jalan Ciamis No.40 (Kamaralsyah, dkk 1987: 7).
Pada tanggal 12 Juli 1947 pagi harinya diletakan batu pertama Tugu Koperasi (yang pembangunannya dilakasanakan awal tahun 1950, dan diresmikan pada tanggal 12 Juli 1950), pada siang harinya diadakan pameran hasil kerajinan koperasi Kabupaten Tasikmalaya di ruangan kongres (Kamaralsyah, dkk 1987: 9).
Tugu Koperasi tidak langsung dibangun karena Situasi tanah air setelah Kongres Koperasi I, masih tetap diwarnai pertempuran di beberapa daerah melawan Belanda. Bahkan beberapa hari setelah kongres, Tasikmalaya mengalami penyerangan oleh Belanda. Sehingga keputusan kongres praktis tidak bisa dilaksanakan. Meski begitu, kepada para pemimpin/calon pemimpin koperasi desa di karesidenan-karesidenan Jawa, masih sempat diberikan kursus koperasi oleh Jawatan Koperasi. Menurut catatan, jumlah koperasi pada saat itu ada 2.160. Tetapi kegiatan ini juga berhenti dengan adanya Agresi Militer II oleh Belanda pada 19 Desember 1948, menyusul peristiwa Madiun pada September 1948 (Kamaralsyah, dkk 1987: 9). Beberapa dokumen penting berkaitan dengan Kongres Koperasi pertama ikut terbakar hangus pada tanggal 11-13 Juli 1949 (Yahya, 2025: 2).
Adapun bentuk Tugu Koperasi yang dibangun dan diresmikan pada tanggal 12 Juli 1950, terbuat dari campuran batu, bata, semen, pasir dan kapur yang disusun meninggi dimana pada bagian atas terdapat 3 umpakan dengan garis hitam mengelilingi umpakan tersebut dilengkapi dengan alas tugu terlihat berbentuk bidang pentagon beraturan (regular pentagon) atau segi lima beraturan berwarna putih. Di bagian depan Tugu tertulis prasasti “PERINGATAN KONGRES KOOPERASI 12 DJULI 1947 DI TASIKMALAJA” terlihat dalam Gambar 3 Tugu Peringatan Kongres I yang terletak di halaman Gedung PKKT (Kamaralsyah, dkk 1987: 11) dan pada Gambar 3a Kunjungan Pejabat Departemen Koperasi di Tugu Peringatan Kongres I yang terletak di halaman Gedung PKKT. (PKKT, 1970-1980).


Pada tahun 1987 diusia Hari Koperasi ke 40 sejak tahun 1947 atau 37 tahun usia Tugu Koperasi sejak dibangun tahun 1950, dilakukan pemugaran pertama Tugu dengan bentuk ornamen yang berbeda dengan tugu tahun 1950, terlihat dalam Gambar 5. Dokumen Site Plan 01 tahun 1997. (PKKT, 1997), Gambar 6a. Dokumen Site Plan 02 tahun 1997. (PKKT, 1997) dan Gambar 6b. Dokumen Tugu Koperasi Tahun 1989. (PKKT, 1989). Bagian utama Tugu, memiliki tiga umpakan, umpakan pertama sebagai fondasi dasar tugu berbentuk bulat besar, umpakan kedua berbentuk bulatan kecil dan umpakan tiga berbentuk kotak dihiasi lipitan pada bagian bawah tugu kotak atau inti dari tugu yang terdapat pada bagian tengahnya berwarna hitam dan dipasang marmer putih sebagai media tulisan warna hitam “PERINGATAN KONGRES KOOPERASI 12 DJULI 1947 DI TASIKMALAJA”.

Bagian kedua dari Tugu Koperasi hasil pemugaran tahun 1987 ini, terdapat 12 pilar yang merupakan struktur kolom berbentuk Trapesium berwarna putih berjajar di belakang /atau sebelah selatan Tugu bagian utama. 6 pilar sebelah kiri dan 6 pilar sebelah kanan tugu utama. Keberadaan jumlah 12 pilar ini sebagai penegasan untuk mengingat akan arti angka 12 bagi tugu utamanya. Selain itu jumlah angka 12 bagi keberadaan tugu tersebut mengingatkan tanggal 12 Juli sebagai Hari Koperasi Indonesia.
Bagian kedua dari Tugu Koperasi hasil pemugaran tahun 1987 ini, terdapat 12 pilar yang merupakan struktur kolom berbentuk Trapesium berwarna putih berjajar di belakang /atau sebelah selatan Tugu bagian utama. 6 pilar sebelah kiri dan 6 pilar sebelah kanan tugu utama. Keberadaan jumlah 12 pilar ini sebagai penegasan untuk mengingat akan arti angka 12 bagi tugu utamanya. Selain itu jumlah angka 12 bagi keberadaan tugu tersebut mengingatkan tanggal 12 Juli sebagai Hari Koperasi Indonesia.
Tugu Koperasi pada saat sekarang ini terlihat dalam Gambar 13. Monumen Tugu Koperasi (Arsip TACB Kota Tasikmalaya, 2025), hasil renovasi oleh LPM-ITB Pada tanggal 6 Juni 1997 s.d 1 Juli 1997 sebagaimana dalam Gambar 16. Monumen Tugu Koperasi PKKT, (TACB Kota Tasikmalaya, 2025). Usia Tugu Koperasi sampai dengan tanggal 12 Juli 2025 dari terakhir pemugaran Tugu tahun 1997 tersebut baru mencapai 28 tahun, sementara dari peristiwa Kongres Koperasi Indonesia Pertama yang diselenggarakan di Tasikmalaya pada tahun 1947 adalah 78 tahun.


Dalam Gambar 10. Dokumen Site Plan Tugu 01 tahun 1997 (PKKT, 1997), telihat bagian tengah garis gambar berbentuk regular pentagon (segi lima beraturan) yang merupakan bentuk alas tugu tahun 1950. Sedangkan garis gambar dua lingkaran besar dan kecil, merupakan alas tugu tahun 1987. begitupun garis-garis pada lingkaran besar sebelah selatan menunjukan posisi pilar yang dibuat 1987. Maka pemugaran kedua Tugu Koperasi tahun 1997 merupakan bentuk gabungan strutur tugu dari tahun 1950 dan tahun 1987.

Terdapat dua struktur bagian pada bangunan Tugu Koperasi sekarang yang dibangun tahun 1997, bagian Pertama, Struktur tugu memiliki tiga umpakan yang terdiri dari :
- Fondasi Bulat Besar dengan diameter 6 M, Luas + 28,26 M2. Terbuat dari campuran semen, batu, pasir dengan dicat warna hitam.
- Fondasi Bulat Kecil yang merupakan umpakan kedua memiliki diameter 2 M, Luas + 3,14 M2. Terbuat dari campuran semen, batu, pasir dengan dicat warna hitam.
- Umpakan ketiga, di atas bulat kecil berbentuk bidang Regular Pentagon /atau Pentagon beraturan (segi lima beraturan) dengan Panjang sisi segi lima 0,95 M, Tinggi 1,32 M, dengan Volume + 2 M3. dicat dengan warna hitam. Bagian sisi yang menghadap ke sebelah utara terpasang tulisan dalam media bahan marmer warna putih dengan huruf warna hitam “PERINGATAN KONGRES KOOPERASI 12 DJULI 1947 DI TASIKMALAJA” yang dibuat tahun 1987 (Wawancara dengan pengurus PKKT, 2025)..
Pada bagian paling atas, terpasang Logo Koperasi warna kuning emas terbuat dari bahan tembaga, memiliki diameter 0.5 M. Keseluruhan Tinggi dari fondasi tugu sampai ujung Logo koperasi bagian pertama ini + 3.5 M.
Bagian kedua, terdapat disebelah selatan bagian tugu pertama berdiri struktur kolom sebanyak 12 pilar. bentuk dari struktur kolom Trapesium dengan tinggi 3.78 M, Panjang 0.28 M dan Lebar 0.63 M. Untuk melindungi stuktur bagian utama Tugu Koperasi, dipagari dengan besi ditanah Luas + 160,24 M2.
Tugu bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol yang mengakar dalam memori kolektif suatu masyarakat. Ia menjadi penanda peristiwa bersejarah, pengingat perjuangan, atau representasi identitas budaya yang harus dilestarikan. Tanpa tugu, narasi sejarah bisa terkikis, generasi muda kehilangan ikon visual untuk memahami akar sejarah di Indonesia, dan nilai-nilai perjuangan pendahulu berisiko terlupakan.
Oleh karena itu, para pejuang penggerak Koperasi dalam membangun sebuah monumen /atau Tugu Koperasi, tentu memiliki pesan berupa nilai yang dituangkan dalam bentuk struktur bangunan tugu. Dari awal pembangunan Tugu Koperasi tahun 1950 sampai tahun 1997, terdapat konsistensi pola pembangunan tugu yang memiliki Tiga Umpakan dan bentuk Pentagon beraturan (Regular Pentagon) /atau segi lima sama sisi sekalipun dalam tugu tahun 1987 tidak ada.
Bentuk bidang Pentagon beraturan (segi Lima sama sisi) yang menjadi alas /dasar Tugu Koperasi tahun 1950, memiliki arti bahwa pergerakan Koperasi di Indonesia mengacu pada Lima Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia yaitu Pancasila. Sementara Tiga Umpakan bagian atas tugu 1950 adalah Tiga Prinsip untuk dapat menjalankan kegiatan berkoperasi yang sehat, Sebagaimana yang diungkapkan Agus Rudianto (Ketua Pusat Koperasi Kabupaten Tasikmalaya) bahwa setiap individu/Anggota Koperasi harus memiliki Jiwa/Ruh (1). Kesadaran, (2). Kemandirian dan ke-(3) Berjiwa Gotong Royong (Wawancara Agus Rudianto, 10 Juni 2025).
Pengajaran pengetahuan ke tiga prinsip koperasi tersebut di atas, kemudian disimpan dan diletakan pada sebuah Simbol tiga umpakan Tugu Koperasi yang berbeda bentuk antara umpakan tugu tahun 1950, tahun 1987 dan umpakan tugu tahun 1997, sekalipun berbeda bentuk, namun tidak mengurangi makna nilai dari ketiga umpakan tersebut yakni Kesadaran, Kemandirian dan Gotong Royong. Pada bentuk umpakan tugu bagian atas tahun 1997 berbentuk segi lima sama sisi (Pentagon beraturan) yang menjadi alas dasar tugu tahun 1950 namun keduanya memiliki makna Pancasila.
Dapat di artikan, bahwa umpakan paling atas /atau umpakan tingkat paling utama bagian atas adalah Kesadaran terhadap Tuhan Yang Maha Esa (sila ke-1). Makna umpakan yang ke-2 dari atas berupa lingkaran kecil menggambarkan bahwa pribadi yang berjiwa Ketuhanan Yang Maha Esa harus bulat tekadnya serta mampu mandiri (Kemandirian) untuk berperilaku Kemanusiaan yang adil dan beradab (sila ke-2), dan umpakan Tugu Koperasi Lingkaran paling bawah dan paling besar bermakna Berjiwa Gotong Royong baik dalam melakukan Gotong Royong demi tercapainya Persatuan Indonesia (sila ke-3), Gotong Royong dalam Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah, kebijaksanan dalam permusyawaratan dan perwakilan (sila ke-4), dan Gotong Royong dalam mewujudkan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia (sila ke-5),
Warna putih sebagai simbol kesucian (kebersihan jiwa) sangat dominan mewarnai seluruh struktur tugu tahun 1950 dan tugu tahun 1987. Sedangkan struktur tugu tahun 1997 didominasi warna hitam yang melambangkan bumi, artinya nilai-nilai koperasi harus membumi, hidup tumbuh diseluruh lapisan masyarakat, dan warna putih sebagai simbol kesucian jiwa dalam menjalankan koperasi terdapat dalam 12 pilar selain simbol dari Hari Koperasi Indonesia (12 Juli). Yang terakhir adalah Logo Koperasi warna kuning emas yang diletakan di atas tugu inti pentagon beraturan pada Gambar 17. Struktur Tugu Koperasi PKKT Pentagon regular (TACB Kota Tasikmalaya, 2025), memiliki makna bahwa tujuan akhir dari nilai tiga umpakan dan nilai segi lima sama sisi adalah tujuan Koperasi untuk mencapai keemasannya.
DAFTAR PUSTAKA
Buku
- Anjani, Ika Rapika, (2018). Kongres Koperasi di Kota Tasikmalaya Pada Tahun 1947-1953 (Studi Analisis Hasil dan Proses Kongres Koperasi Pertama). Bandung : UIN Sunan Gunung Djati.
- Bagun, Rikard (editor), (2002). Seratus Tahun Bung Hatta. Jakarta : Penerbit Buku Kompas.
- Baswir, Revrisond, (1997). Agenda Ekonomi Kerakyatan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
- Dick, Howard, et al, (2002). The Emergence of A National Economy (An Economic History of Indonesia, 1800-2000). New South Wales dan Honolulu : Allen & Unwin dan University of Hawai’i Press.
- Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) Kota Tasikmalaya. (2010). Direktori Koperasi Kota Tasikmalaya Tahun 2010. Tasikmalaya : Dinas KUKM Kota Tasikmalaya.
- Djoened, Marwati dan Nugroho Notosusanto, (1990). Sejarah Nasional Indonesia VI, Cetakan Keenam. Jakarta : Balai Pustaka.
- Djohan, Djabbarudin, (1997). Setengah Abad Pasang Surut Gerakan Koperasi Indonesia 12 Juli 1947-12 Juli 1997, DEKOPIN.
- Edilius dan Sudarsono. (2010). Koperasi dalam teori dan praktek. Jakarta : Rineka Cipta.
- Falah, Miftahul, (2010) Sejarah Kota Tasikmalaya 1820-1942, Uga Tatar Sunda Yayasan Masyarakat Sejarawan Indonesia.
- Hardjasasmita, Hanan, (1983). Sejarah Lahirnya Gerakan Koperasi Indonesia dan Perkembangannya sampai dengan Awal Periode 80-an. Bandung : CV Armico.
- Hatta, Mohammad. (1972). Pikiran-Pikiran dalam Bidang Ekonomi. Jakarta : Yayasan Idayu.
- Iman, Nurul, (2012). Perkembangan Koperasi di Tasikmalaya : Alat Perjuangan Ekonomi Rakyat (1930-1947). Depok : Skripsi Universitas Indonesia.
- Kamaralsyah., Djohan, Djabbarudin., Ibrahim., Ediwan., Lumunon, J.K., W.M. Marjono., Sudibyo, Suwardi, (1987). Panca Windu Gerakan Koperasi Indonesia 12 Juli 1947-12 Juli 1987. Jakarta : DEKOPIN.
- Kamaralsyah, (1954). Tentang Pengertian Hal Organisasi Perkumpulan Ko-operasi. Djakarta : J.B Wolters-Groningen.
- Pengurus Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Tasikmalaya, (2003). Sejarah Kota Tasikmalaya. Tasikmalaya : BAPPEDA.
- Pengurus Pusat Koperasi Kabupaten Tasikmalaya (PKKT), (Tanpa Tahun). Sejarah Hari Koperasi Indonesia 12 Juli 1947 di Tasikmalaya. Tasikmalaya : PKKT
- Rudianto, Agus, (2025). Sejarah Berdirinya Pusat Koperasi Kabupaten Tasikmalaya (PKKT) dan Sejarah Hari Koperasi 12 Juli 1947 di Tasikmalaya, Pusat Koperasi Kabupaten Tasikmalaya.
- Surtama, Momo, (2000). Sekitar Lahirnya Hari Koperasi Indonesia 12 Juli 1947 Dan Kehadiran Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) Beserta Kegiatannya. Tasikmalaya : DEKOPINDA Kabupaten Tasikmalaya.
- Yahya, D. Iip, (2025). Kongres Koperasi Pertama di Tasikmalaya 1947.
Tasikmalaya : Langgam Pustaka.
Wawancara
Nama : Agus Rudianto
Usia : 54 Tahun
Tanggal Wawancara : 10 Juni 2025
Pekerjaan/Profesi : Ketua Pusat Kopersai Kabupaten Tasikmalaya
Arsip, Kantor berita, dan Surat Kabar
Berita Indonesia, 29 Djoeli 1947. Tahoen Rep. II No. 348.
Soeara Merdeka, 5 Djoeli 1947. Tahoen III.
Soeara Merdeka, 12 Djoeli 1947. Tahoen III.
