Forum
Meminta Tolong Kepada Rasulullah SAW (di Facebook)
Quote from awirabudiman on October 5, 2026, 11:36 pmDASAR URUTAN PEMIKIRAN:
1. HARAM MEMILIKI ANGGAPAN MATI (Tidak bisa apa-apa)
Āli ‘Imrān [3]:169
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتًا ۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَۙ
Artinya: Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sebenarnya, mereka itu hidup dan dianugerahi rezeki di sisi Tuhannya.134)
Āli ‘Imrān [3]:170
فَرِحِيْنَ بِمَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۙ وَيَسْتَبْشِرُوْنَ بِالَّذِيْنَ لَمْ يَلْحَقُوْا بِهِمْ مِّنْ خَلْفِهِمْ ۙ اَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۘ
Artinya: Mereka bergembira dengan karunia yang Allah anugerahkan kepadanya dan bergirang hati atas (keadaan) orang-orang yang berada di belakang yang belum menyusul mereka,135) yaitu bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.2. HARAM MENGUCAPKAN MATI (Tidak bisa apa-apa, Kebanyakan tidak menyadari keberadaannya)
Al-Baqarah [2]:154
وَلَا تَقُوْلُوْا لِمَنْ يُّقْتَلُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتٌ ۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ وَّلٰكِنْ لَّا تَشْعُرُوْنَ
Artinya: Janganlah kamu mengatakan bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Namun, (sebenarnya mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.3. MEMOHON AMPUNAN ALLAH dan RASULNYA (Sekalipun Sudah Wafat/Tanpa Jasad)
An-Nisā' [4]:64
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا لِيُطَاعَ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗوَلَوْ اَنَّهُمْ اِذْ ظَّلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ جَاۤءُوْكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللّٰهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُوْلُ لَوَجَدُوا اللّٰهَ تَوَّابًا رَّحِيْمًا
Kami tidak mengutus seorang rasul pun, kecuali untuk ditaati dengan izin Allah. Seandainya mereka (orang-orang munafik) setelah menzalimi dirinya datang kepadamu (Nabi Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.4. MEREKA ITU TEMAN SEBAIK-BAIKNYA (Tidak akan Khianat/Dusta)
An-Nisā' [4]:69
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاۤءِ وَالصّٰلِحِيْنَ ۚ وَحَسُنَ اُولٰۤىِٕكَ رَفِيْقًا
Siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nabi Muhammad), mereka itulah orang-orang yang (akan dikumpulkan) bersama orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.5. MASA SHAHABAT SAAT RASUL SAW SUDAH WAFAT (TANPA JASAD)
izin mengutip yang di tulis kang Irfan Maulana:
“Telah terjadi paceklik pada manusia pada zaman Umar. Lalu seorang laki-laki datang ke makam Nabi ﷺ, kemudian berkata:
‘Wahai Rasulullah, mohonkanlah hujan untuk umatmu, karena mereka telah binasa.’
Kemudian laki-laki itu didatangi (Nabi ﷺ) dalam mimpi. Dikatakan kepadanya:
‘Datanglah kepada Umar, sampaikan salamku kepadanya, beritahukan kepadanya bahwa kalian akan diberi hujan, dan katakan kepadanya: ‘Bersungguh-sungguhlah, bersungguh-sungguhlah.’
Maka laki-laki itu datang kepada Umar dan memberitahukan kepadanya.
Umar kemudian menangis, lalu berkata
‘Wahai Tuhanku, aku tidak akan menyia-nyiakan usaha kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu melakukannya.’”
Ibnu hajar dalam Fathul bari mengatakan hadis ini shahih
Ibn Hajar menyebut ada riwayat yang mengidentifikasinya sebagai Bilāl ibn al-Ḥārith al-Muzanī6. BERTAWASUL Kepada Orang-orang Shaleh (perhatikan An-Nisā' [4]:69 di atas)
izin mengutip yang di tulis kang Irfan Maulana:
Al-Mardāwī (w. 885 H) — mazhab Hanbali
Ini penting karena bukan Syafi‘i.
Dalam al-Inṣāf, al-Mardawi menyebut bahwa tawassul melalui orang saleh dibolehkan menurut pendapat yang benar dalam mazhab Hanbali, bahkan sebagian ulama menganggapnya dianjurkan. Ia juga menukil dari Imam Ahmad:
أنه يجوز التوسل بالنبي صلى الله عليه وسلم في الدعاء
“Bahwa boleh bertawassul dengan Nabi ﷺ dalam doa.”
Jadi tidak tepat menyamakan seluruh mazhab Hanbali dengan posisi Ibn Taymiyyah.
Imam al-Nawawi bukan sekadar membolehkan ziarah makam Nabi; dalam tata cara ziarah yang beliau tulis, beliau secara eksplisit menyebut “ويتوسل به” — “bertawassul dengan beliau.”iblis juga mau langsung ke Allah SWT Tanpa mau sujud ke Adam as ,
Bahkan al-Ghazali secara umum mengatakan:
وكل من يتبرك بمشاهدته في حياته يتبرك بزيارته بعد وفاته
“Setiap orang yang keberadaannya diberkahi ketika masih hidup, maka orang juga mengambil keberkahan dengan menziarahinya setelah wafatnya.”Sayyid ‘Abdullah bin Muhammad bin al-Shiddiq al-Ghumari al-Hasani al-Maghribi (w. 1413 H), beliau memang salah satu ulama hadis Maroko yang secara tegas membela kebolehan tawassul kepada Nabi ﷺ, termasuk setelah beliau wafat.
============================
yang gak percaya, menganggap mati, mengucapkan mati, silahkan mempertanggungjawabkan anggapan dan ucapannya sendiri.Sunber Link FB: https://web.facebook.com/reel/855939404207906
atau Diskusi Link FB https://web.facebook.com/share/r/19p8EBcN6u/
DASAR URUTAN PEMIKIRAN:
1. HARAM MEMILIKI ANGGAPAN MATI (Tidak bisa apa-apa)
Āli ‘Imrān [3]:169
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ قُتِلُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتًا ۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُوْنَۙ
Artinya: Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Sebenarnya, mereka itu hidup dan dianugerahi rezeki di sisi Tuhannya.134)
Āli ‘Imrān [3]:170
فَرِحِيْنَ بِمَآ اٰتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۙ وَيَسْتَبْشِرُوْنَ بِالَّذِيْنَ لَمْ يَلْحَقُوْا بِهِمْ مِّنْ خَلْفِهِمْ ۙ اَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۘ
Artinya: Mereka bergembira dengan karunia yang Allah anugerahkan kepadanya dan bergirang hati atas (keadaan) orang-orang yang berada di belakang yang belum menyusul mereka,135) yaitu bahwa tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
2. HARAM MENGUCAPKAN MATI (Tidak bisa apa-apa, Kebanyakan tidak menyadari keberadaannya)
Al-Baqarah [2]:154
وَلَا تَقُوْلُوْا لِمَنْ يُّقْتَلُ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ اَمْوَاتٌ ۗ بَلْ اَحْيَاۤءٌ وَّلٰكِنْ لَّا تَشْعُرُوْنَ
Artinya: Janganlah kamu mengatakan bahwa orang-orang yang terbunuh di jalan Allah (mereka) telah mati. Namun, (sebenarnya mereka) hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.
3. MEMOHON AMPUNAN ALLAH dan RASULNYA (Sekalipun Sudah Wafat/Tanpa Jasad)
An-Nisā' [4]:64
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَمَآ اَرْسَلْنَا مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا لِيُطَاعَ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗوَلَوْ اَنَّهُمْ اِذْ ظَّلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ جَاۤءُوْكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللّٰهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُوْلُ لَوَجَدُوا اللّٰهَ تَوَّابًا رَّحِيْمًا
Kami tidak mengutus seorang rasul pun, kecuali untuk ditaati dengan izin Allah. Seandainya mereka (orang-orang munafik) setelah menzalimi dirinya datang kepadamu (Nabi Muhammad), lalu memohon ampunan kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampunan untuk mereka, niscaya mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.
4. MEREKA ITU TEMAN SEBAIK-BAIKNYA (Tidak akan Khianat/Dusta)
An-Nisā' [4]:69
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاۤءِ وَالصّٰلِحِيْنَ ۚ وَحَسُنَ اُولٰۤىِٕكَ رَفِيْقًا
Siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nabi Muhammad), mereka itulah orang-orang yang (akan dikumpulkan) bersama orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.
5. MASA SHAHABAT SAAT RASUL SAW SUDAH WAFAT (TANPA JASAD)
izin mengutip yang di tulis kang Irfan Maulana:
“Telah terjadi paceklik pada manusia pada zaman Umar. Lalu seorang laki-laki datang ke makam Nabi ﷺ, kemudian berkata:
‘Wahai Rasulullah, mohonkanlah hujan untuk umatmu, karena mereka telah binasa.’
Kemudian laki-laki itu didatangi (Nabi ﷺ) dalam mimpi. Dikatakan kepadanya:
‘Datanglah kepada Umar, sampaikan salamku kepadanya, beritahukan kepadanya bahwa kalian akan diberi hujan, dan katakan kepadanya: ‘Bersungguh-sungguhlah, bersungguh-sungguhlah.’
Maka laki-laki itu datang kepada Umar dan memberitahukan kepadanya.
Umar kemudian menangis, lalu berkata
‘Wahai Tuhanku, aku tidak akan menyia-nyiakan usaha kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu melakukannya.’”
Ibnu hajar dalam Fathul bari mengatakan hadis ini shahih
Ibn Hajar menyebut ada riwayat yang mengidentifikasinya sebagai Bilāl ibn al-Ḥārith al-Muzanī
6. BERTAWASUL Kepada Orang-orang Shaleh (perhatikan An-Nisā' [4]:69 di atas)
izin mengutip yang di tulis kang Irfan Maulana:
Al-Mardāwī (w. 885 H) — mazhab Hanbali
Ini penting karena bukan Syafi‘i.
Dalam al-Inṣāf, al-Mardawi menyebut bahwa tawassul melalui orang saleh dibolehkan menurut pendapat yang benar dalam mazhab Hanbali, bahkan sebagian ulama menganggapnya dianjurkan. Ia juga menukil dari Imam Ahmad:
أنه يجوز التوسل بالنبي صلى الله عليه وسلم في الدعاء
“Bahwa boleh bertawassul dengan Nabi ﷺ dalam doa.”
Jadi tidak tepat menyamakan seluruh mazhab Hanbali dengan posisi Ibn Taymiyyah.
Imam al-Nawawi bukan sekadar membolehkan ziarah makam Nabi; dalam tata cara ziarah yang beliau tulis, beliau secara eksplisit menyebut “ويتوسل به” — “bertawassul dengan beliau.”
iblis juga mau langsung ke Allah SWT Tanpa mau sujud ke Adam as ,
Bahkan al-Ghazali secara umum mengatakan:
وكل من يتبرك بمشاهدته في حياته يتبرك بزيارته بعد وفاته
“Setiap orang yang keberadaannya diberkahi ketika masih hidup, maka orang juga mengambil keberkahan dengan menziarahinya setelah wafatnya.”
Sayyid ‘Abdullah bin Muhammad bin al-Shiddiq al-Ghumari al-Hasani al-Maghribi (w. 1413 H), beliau memang salah satu ulama hadis Maroko yang secara tegas membela kebolehan tawassul kepada Nabi ﷺ, termasuk setelah beliau wafat.
============================
yang gak percaya, menganggap mati, mengucapkan mati, silahkan mempertanggungjawabkan anggapan dan ucapannya sendiri.
Sunber Link FB: https://web.facebook.com/reel/855939404207906